Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2015

SAAT AKU BERBICARA DALAM DIAM

           

Aku adalah seorang anak putri semata wayang dari serorang bapak yang pengusaha dan ibu seorang konsultan keuangan. Hidupku sangat berkecukupan. Bahkan ketika orang-orang lain masih sibuk untuk menyambut Ramadhan, aku telah dibelikan oleh ke-dua orang tuaku seabreg baju lebaran. Kata orang orang-orang aku adalah remaja yang cantik dan sifat periang adalah salah satu yang membuatku berbeda. Namun, bukan hanya tu yang membuat aku berbeda. Di saat anak-anak remaja seusiaku sedang gemar-gemarnya mengocehkan tentang dunia hiburan, aku lebih memilih untuk diam. Aku tak tertarik dengan hal yang seperti itu, atau lebih tepatnya aku tak mempunyai kesempatan untuk mengocehkannya.

Kamis, 25 Juni 2015

ANGIN-ANGIN SYURGA


            “ ... Allahuakbar Allahuakbar, La Ilaha illa Allah ”.
Sayup-sayup adzan itu merambat melalui tubuhku. Hari mulai temaram dan semburat cahaya jingga perlahan memudar dari horison. Dari tubuhku, aku alirkan suara adzan itu ke dalam telinga-telinga manusia yang berjuta-juta wujudnya. Maghrib adalah salah satu oase bagi para pengembara di padang suci Ramadhan. Kebanyakan dari pengembara itu meneguk sekaligus berliter-liter air yang memang menyegarkan tersebut dan sebagian lagi dari mereka hanya berdiam diri, menunggu para pengembara yang rata-rata adalah saudagar kaya selesai meneguk minumannya kemudian dengan tangan yang gemetar mereka mengeluarkan cawan kecil mereka. Di ambilnya air itu perlahan dan mereka minum seadanya. Setidaknya untuk menyegarkan buka mereka hari ini, atau mungkin detik ini saja. Ramadhan hari ini telah meninggalkan jejak kaki dan jejak kaki-jejak kaki lain mulai beriringan menuju oase selanjutnya.